Welcome to my blog.
Ini blog gue, Andre Gusti Candra. Berisi tentang pengalaman gue selama hidup, tulisan-tulisannya tentang apapun.
Selamat membaca. Enjoy!

Gunung Marapi

Tidak ada komentar

 


Gunung Marapi adalah gunung yang pertama kali gue daki selama hidup, ntah kenapa pada saat itu mau aja di ajak oleh sohib gue untuk mendaki, padahal dikeluarga gue sendiri tidak ada yang hobi mendaki gunung, dan tidak ada yang pernah, dan tidak akan pernah diizinkan. 

Banyak cerita indahnya ketika pendakian pertama yang gue dapatkan, mulai dari candaan, tawa, kawan baru dan pemandangan yang indah yang sebelumnya tidak pernah gue dapatkan. Dari sana baru gue sadari kenapa ada orang yang hobi mendaki gunung, yang mugkin akan memakan waktu lebih dari seharian, dan menghasilkan rasa capek di badan, serta membuat tubuhnya menjadi sensara. Tapi mereka tetap rela melakukan itu.  

Akan tetapi ketika sudah sampai di atas Gunung, semua rasa capek  itu, terbalaskan! 

Gunung Marapi yang terletak di Kab Tanah Datar, kalau kita mau ke sana bisa mulai memasuki jalan dari Koto baru, Padang Panjang, kalau perjalanan dari Padang tepat simpang sebelah kanan sebelum MAN Koto Baru, tapi kalau berjalan dari arah Bukittinggi tepat simpang sebelah kiri setelah MAN Koto Baru. 

Biasanya, para pendaki akan ramai mendaki pada saat hari-hari tertentu seperti 17 Agustus, malam tahun baru, atau tanggal-tanggal tertentu. Tujuannya untuk mencari suasana dan moment-moment indah bersama sahabat karib, keluarga, ataupun pacar kalau punya, kalau tidak jangan ngaku punya, atau pinjam pacar orang, TIDAK BOLEH. hehehe. Tetapi ada juga pendaki yang mendaki pada hari-hari biasa, tergantung kemauan pendaki juga sih. 

Pendakian pertama, gue hanya membawa ransel kecil (ransel untuk pergi sekolah)  yang berisi baju jaket dan mie instan serta makanan ringan yang lainnya, karena gue tidak tau apa saja yang akan di bawa untuk mendaki, teman-teman cuman mengatakan itu saja yang perlu gue bawa. yaa gue cuman membawa itu saja. di perjalana para pendaki membawa ransel yang besar dan barang-barang yang lain, nah gue hanya diam.  

Tepat pukul 15;00 sore, kita berangkat dari Biaro menuju Koto Baru dengan transportasi umum yang disebut dengan Tranek. Waktu itu cuman membayar Rp. 10.000 satu orangnya. ketika kita nyampe di Koto Baru, kita langsung menuju mesjid untuk siap-siap sholat magrib. Kelar sholat, kita langsung menuju simpang pertama pendakian bersama teman-teman yang lainnya. Pada saat itu rame banget yang mendaki. Jadi bukan rombongan kita saja, bahkan ada yang dari luar kota, dan Provinsi. 

Uniknya, selama diperjalanan  menuju puncak, para pendaki ada panggilan khusus, yaitu Pak dan Ibuk, mau itu anak-anak, remaja ataupun dewasa tetap dipanggil dengan panggilan Bapak dan Ibuk. Eiiits tunggu dulu, sebelum memulai pendakian kita membayar biaya administrasi dulu ke posko pertama, tujuannya untuk pemeriksaan kelengkapan dan memastikan jumlah anggota yang dibawa berapa, serta pemberitahuan untuk tetap menjaga kebersihan di atas gunung, tidak boleh membuang sampah sembarangan, kalau sudah turun ke bawah sampah harus dibawa kebawah lagi dan diperlihatkan ke posko pertama. 

Rombongan kita, mulai melakukan pendakian pada malam hari, karena menurut mereka kalau memulai pendakian di malam hari tidak terlalu terasa capeknya, dan banyak hal lainnya. Selama di perjalanan kita sering berhenti hehehe karena kita juga mementingkan keselamatan kelompok, lebih lagi di rombongan kita juga terdapat tiga orang wanita yaitu Ain, Eneng dan Noni. 

Selama perjalannya juga gue sering mengusili sohib gue, yaitu Ain, dengan beberapa kali bertanya, "sob kotor ngga pantat gue?" sambil memberika bokong gue di hadapan dia. wkwk anehnya dia malah merespon "ngga sob" ya sudah gue ketagihan untuk bertanya terus kalau misalnya gue terjatuh saat pendakian atau setelah duduk disalah satu tempat ketika setelah istirahat. 


Foto di atas, kita ambil ketika beristirahat kesekian kalinya, dan akhirnya mengambil keputusan untuk mendirikan tenda di tepi jalan menuju ke Cadas (tempat pendaki mendirikan tenda di Gunung). Sambil mempersiapkan makanan untuk dimakan, kita juga saling bekerja sama, bercanda, ketawa dan bernyanyi-nyanyi seakan-akan dunia hanya milik kita, dan tidak ada permasalahan di dalam kehidupan. itulah serunya mendaki, seoalah hidup hanya semudah dan seindah itu. 

Peristirahatanpun selesai, kita melanjutkan perjanan menuju cadas, meskipun badan sudah terasa sangat lelah, akan tetapi rasa penasaran untuk melihat puncak gunung marapi seperti apa membuat seolah-olah capeknya hilang sesaat, tambah lagi cerita dari teman-teman yang sudah pernah mendaki, "ntar kamu kalau sudah di atas pasti akan takjub, rasa capek akan hilang". 

Tadaa, ketika sampe di Cadas, gue merasa berada di atas awan, sebenarnya emang di atas awan si, wkwk karena di bawah gue ada kumpulan awan. Tapi memang bener, semua rasa capek terbayarkan, karena melihat keseluruhan kota Padang Panjag, Bukittinggi dan sekitarnya dengan jelas. Apalagi ketika menjelang malam hari atau pagi hari, melihat lampu yang hidup dan mati bergantian, itu indah banget sii.Tuhan emang maha sempurna, menciptakan semuanya dengan indah. 

Sayangnya saat itu gue belum ada kamera yang proper untuk menjepret semua keindahan itu. 

                                       

Itu foto-foto pendakian pertama dan kedua gue, banyak foto yang tidak nemu, udah lama banget juga tahun 2016 kali ya. Tapi the memoriesnya tidak akan pernah tidak nemu ataupun hilang, akan selalu ada di dalam kenangan. Percayala, ketika mendaki sebuah gunung, kamu bakal menemukan hal-hal yang belum pernah kamu temui sebelumnya, banyak hal menarik lagi di dunia ini, jadi mengapa tidak kita coba? selagi masih bisa mencoba, saran gue coba aja. 

Jujur aja, pendakian pertama ini, gue tidak ada minta izin ke orang tua, dengan modal nekat doang, karena gue juga penasaran dengan Gunung dan sekitarnya. Tapii ketika gue nyampe di puncak ntah kenapa skenario Allah memang indah. Orang tua gue tiba-tiba aja sudah berada di Payakumbuh, dan menelfon gue ketika sudah berada di puncak Marapi. hehehe. Mereka minta gue segera menemui mereka di Payakumbuh, ya secara jujur dan terus terang gue kabarin bahwasanya gue lagi berada di puncak gunung marapi, tau respon mereka seperti apa? gue di marahin dong. alm papa gue "Ndak usah ang minta piti lanjo ka den, turun ang kini ko juo!"  gue hanya diam, seketika telfonpun mati hehehe. Dan melanjutkan aktivitas yang lainnya di puncak Gunung Marapi.  (bukannya gue anak nakal ya, hehe tapi kapan lagi gue menikmati keindahan alam yang sudah di ciptakan oleh Allah)

Di gunung marapi, kita bertemu dengan orang-orang baru yang sangat welcome, saling membantu dan toleransi, beda halnya kalau lagi di bawah banyak yang saling dengki. Tapi di gunung saling menghormati dan saling berbagi. keren! bahkan kita saling bergabung dengan rombongan lain yang hanya kenal di sana, saling berteriak memanggil "paaak!, buuuuk!, bara no BBM buuk? bara no bbm pakk?" teman gue ain selalu teriak "paak awak aiiiin pak kembaran manohara!"  yang membuat hampir semua pendaki pada hari itu tau dengan nama dia. Dan rombongan yang lain juga saling menyaut membalas teriakkan setiap rombongan. Lucu aja kalau dikenang. 


Ini  kita team pendaki yang bernama Cazava Adventa

                                         


Tau kenapa nama kita Cazava adventa? 

Nih gue cerita dikit, kita pergi mendaki gunung mengeluarkan biaya bukan? karena kita juga sekumpulan anak SMA ya mungkin bisa jadi di izinin orang tua bisa jadi juga tidak, nah uang belanja kan pas pasan, kita mikir gimana bisa mendapatkan uang untuk bisa mendaki gunung, alhasil kita menjual Ubi goreng yang kita beri bumbu bbq dan balado. Kita jualin di kelas-kelas, ketika jam istirahat. Emang tidak ada malunya kita saat itu. Dan Alhamdilillah apa yang kita jual, semuanya laris manis, walaupun tidak banyak pendapatannya, tetapi kita berhasil mengumpulkan uang tambahan untuk pergi mendaki gunung ataupun pergi main ke tempat yang lain. 

Ubi yang kita jual itu berasal dari kebunnya Eneng, dan memasaknya juga di rumah Eneng, tentunya di izinin Bunda dan Ayah eneng, thankyou Ayah, bunda dan Eneng. 

Ngga asik kalau gue tidak menceritakan sedikit tentang mereka, sekumpulan kecil manusia langka yang pernah ada. mulai dari yang pertama 

The only one sohib gue sedari ponpes yaitu Siti Nur'ain alias Manohara yang kerap di panggil dengan panggilan Ain. Orang yang super kuat yang pernah gue kenal, kuat mental dan fisiknya, gue bersyukur banget bisa kenal dengan sosok dia, yang selalu memberikan canda, tawa dan kecerian, selalu memberi hal-hal yang unik kepada temannya, nasihat motivasi bahkan cerita-cerita kocak yang diceritkan dari imajinasinya. Sob! i'm so proud of you. gue tau di balik kebahagian yang ia berikan ke kita semua ada cerita luka yang di tutupinya, salut banget sama dia, can't describ!

Kedua, Noni Erlina yang kerap di panggil dengan sebutan cinoik wanita yang lemah lembut parasnya dan perasaanya, memiliki suara yang indah tapi tidak percaya diri dengan itu semua. Yang selalu over thinking to everyone, but we know she is the honest person, memiliki jiwa pertemanan yang tulus dan baik banget! non jan kicekan juo Andre sombong yo non wkwkwk, yang selalu kalau ketemu pasti bilang "Andre ko sombong bana kini" padahal ketemupun kita kalau di sekolah selalu saling sapa dan lain-lain tapi tetap di judge sombong oleh dia.

Ketiga, Noor Kumala Sari, yang sering kita panggil dengan sebutan Eneng, she is the strong women too, but suka memendam sesuatu di dalam hatinya, tidak mau mengungkapkan, tapi kocaknya juga luar biasa, kalau sudah ngomong pasti susah untuk berhenti, memiliki keunikan tersendiri pada dirinya. Hobi bernyanyi lagu-lagu barat, duet dengan Fiqri, dan juga salah seorang yang hobi menjaili si Fiqri. Eneng sesuai panggilannya memiliki jiwa ke neng-nengan wkwkwk. keep it neng! 

The last one, the handsome men, he said. but it can be proved by someone, we don't know who? hahaha seseorang yang super kocak pemikirannya dan imajinasinya. Yang paling hobi dengan sifat pengambok, kalau sudah ngambok semua orang tidak akan di ajaknya berbicara, disanalah turun ain atau eneng yang akan mencoba membujuk dan berbicara kepadanya hahaha. tapi dia selalu perhatian dengan kita, orang yang selalu memperhatikan teman-temannya dan memberikan good advice ketika temannya membutuhkan. bro keep it, and do it to your self too. 

Guys, Ain, Eneng, Noni, Fiqri, Arista kapan nanjak bareng lagi?

hehehe sekian dulu cerita mendaki gunung merapi gue, next bakal ada lagi cerita menarik dari pendakian Singgalang. 

Terimakasih sudah mau membacaa.

See you in the next Blog!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar