2020, Kamu Punya Cerita
Terimakasih 2020
Gimana dengan Tahun 2020 Kamu?
Menyenangkan kah? atau malah sebalikknya?
Ingat,, bukan kamu sendiri mengalami masa-masa di tahun ini!
Yuk disini kita bercerita bareng, tentang apapun, mau kesenangan kesedihan atau apaun itu, yang sudah kita jalani selama di tahun 2020 ini, yang terpenting adalah harus tetap bersyukur.
Belajar untuk bersyukur itu memang suatu hal yang bisa di katakan mudah bahkan juga bisa dikatakan agak susah kali ya, karena tidak semuanya bisa kita terima dengan sendirinya, terkadang. Tapi tetap harus di syukuri.
Awal tahun 2020, bisa dikatakan gue lumayan senang, karena, akhirnya judul penelitian untuk proposal penelitian di terima oleh dosen pembimbing, selain itu juga di terima oleh dosen-dosen di jurusan (karena untuk dapat diterima judul penelitian, di jurusan gue harus di diskusikan dulu dirapat bulanan jurusan). Akan tetapi sebelum itu semua banyak juga berhadapan dengan beberapa kendalanya, yaa taulah ya gimana nasipnya mahasiswa tahun akhir. Yang akhirnya di awal tahun 2020 gue mengambil keputusan untuk keluar kota, yaitu kota Bukittinggi, tujuan awal untuk menyelesaikan penulisan prososal, agar bisa melanjutkan ke seminar proposal. Alhamdulillah, sebelum malam tahun baru, gue berhasil menyelesaikan penulisan proposal (ini proposal kelarnya versi gue, belum tau versi pembimbing gue). kelar menyelesaikan itu semua, gue lanjut main bersama dengan teman-teman jurusan, yaitu Assipa dan Meri. Yang mana pada malam itu kita nginap di rumahnya Assipa untuk merayakan malam tahun baru, kita bakar-bakar ikan dan bermain ke Lapangan Kantin, yang pada malam itu ada Pasar Malamnya. Memainkan berbagai macam aneka permainan yang ada, sambil menghilangkan strees setelah menyelesaikan penulisan proposal.
Keesokkan paginya gue kembali ke Padang, untuk bisa menemui dosen pembimbing agar bisa bimbingan, dan ternyata setelah bimbingan, gue mendapatkan beberapa perbaikan untuk direvisi, pada saat itu gue bertekat, bulan Januari harus seminar proposal (disini banyak banget pengorbanannya). Dua hari setelah bimbingan gue mencoba untuk meminta bimbingan lagi, dapat revisian lagi, dan setelah tiga kali bimbingan, akhirnya gue mendapatkan persetujuan (acc) untuk menuju seminar Proposal. Gue bersyukur banget saat itu. Memang bener, usaha tidak akan mengkhianati hasil.Walaupun sebenarnya hati gemeteran ketakutan untuk menghadapi tahap-tahap selanjutnya. (jujur aja, untuk menghubungi dosen pembimbing, gue harus mikir 1000x mikir, takut kata-kata kalimat yang gue sampaikan itu salah dan menyinggung dia)
Finally tepat 31 Januari 2020 gue seminar proposal, dengan kesiapan yang apa adanya. dan Alhamdulillah gue mendapatkan nilai prediket A. disini gue yakin berkat di ridhai oleh Allah, dan di tambah dengan usaha yang bener.
![]() |
| setelah selesai sempro |
![]() |
| anggota seminar Proposal |
----
Sembari penulisan skripsi, gue tidak hanya terfokus dengan skripsi aja, gue juga mengambil opportunity tawaran menjadi freelance di kantor Gojek padang, walaupun tidak setiap hari jadwal kerjanya, akan tetapi kalau sudah di panggil ke kantor, itu pasti memakan waktu seharian, ya jadinya skirpsi gue tertinggal. Bisa dibilang sebelum seminar proposal gue hampir tiap hari ke kantor, dan setelah seminar proposal pun gue hanpir tiap hari juga, jadi skripsi sedikit terlupakan. Walaupun seperti itu gue tetap menikmati perjalanan gue.
![]() |
| cuman ini foto yang nemu waktu kerja di gojek, ini gue dan bang Tafe |
Tepat di akhir febuari, gue dapat tawaran lagi dari atasan gue waktu di Gojek, untuk menjadi seorang Marketing Executive di usaha rintisan dia, yang bernama Clone Studio, (ya namanya juga waktu itu gue haus banget kayaknya dengan ilmu dan opportunity) ya gue terima tawaran itu. Yang membuat hari-hari gue juga sibuk menjalankan kegiatan B2B, sambil mengerjakan kerjaan di kantor Gojek juga, kalau ada panggilan. Alhasil skirpsi gue bener-bener ketinggalan.
![]() |
| sebagai Marketing Executive di Clone Studio |
Di akhir maret, gue mulai merasa down, dan insecure dengan diri gue sendiri, karena teman-teman yang se angkatan gue sudah ada yang seminar komprehensif (kompre, tahap akhir untuk menuju wisuda) dan juga sudah ada yang wisuda di bulan Febuari, ini titik gue bener-bener down dan selalu membandingkan diri dengan teman-teman yang lain (ya taulah ya, gimana rasanya). Finally gue beraniin bercerita dengan EB team waktu di AIESEC dulu, seperti kak Iwek, kak Enok, kak Cici dan tek fildza. Mereka munkin juga muak dengan curhatan gue, tapi tetep meladenin gue dengan memberi beberapa masukan dan cerita fakta yang bisa di terima oleh pikiran dan otak gue.
Disini gue mulai berfikir, kalau gue tetap begini terus, pasti gue akan berlarut seperti ini sampai kapanpun, akhirnya gue berani untuk mengambil sebuah keputusan, yang mana keputusan ini sempat membuat gue bingung banget, dan merasa pantas ngga sih keputusan ini gue ambil? atau salah ngga ya? dalam pikiran gue (gue ambil pilihan ini resikonya ini, gue lanjutin ini resikonya ini) sampai-sapai gue pun bingung sendiri. Thats way, lagi dan lagi gue beraniin untuk ceritain kebingungan ini kepada seseorang yang gue percayai, gue rasa dia bisa memberikan sebuah masukan yang logis buat gue. yaitu dia Mande.
Di hari itu, gue ada jadwal meeting bersama team Clone di kantor Gojek, dan tepat di kantor mande juga ada di sana, dan ia bersiap-siap untuk pulang, lalu gue menahannya, karena gue mau bilang, ada satu hal yang mau gue ceritakan. Tepat di hari itu juga gue ambil keputusan resign dari kerjaan gue yang Marketing Executive. Kelar dari meeting itu, gue bersama mande menuju Bacarito Coffe untuk bercerita. Tau apa yang terjadi? DAMN! ini pertama kali gue bener-bener cerita terbuka mungkin dengan seseorang and you know what? I'm cried!. tbh ini gue ngga tau kenapa, cuman plong bercerita keraguan gue, dan kegelisahan gue untuk pandangan karier masa depan gue dan beberapa masalah lainnya. thankyou man! at that time you saved me, and give me the good adviced.
-----
April, semua orang juga akan merasakan suatu hal yang aneh di bulan ini, sebuah wabah yang datang tidak di undang,, tapi dengan senangnnya berkeliaran mengambil hak setiap orang untuk beraktivitas. wabah yang tak terlihat tapi di benci oleh setiap orang, yang seakan-akan bagaikan sultan yang bisa mengusai semua ruangan yang ada di permukaan. yang anehnya lagi, sampai kapan? tak seorangpun yang tau wabah ini akan menghilang.
April, Mei hari berlalu begitu saja, hanya mengurung diri di kamar kosan, ingin rasanya mengerjakan skripsi tapi di tambah dengan rasa malas-malasan. ya ujungnya tidak tekerjakan. disini gue juga bimbang, yang mana tabungan mulai menipis, tapi pengeluaran mengembang.
Eeeits, tunggu dulu, di pertengahan April gue di hubungi lagi oleh pihak Gojek, untuk bisa bergabung di dalam sebuah projectnya yaitu sebagai pengukur suhu driver yang sedang berjalan pada masa pandemi tersebut, disini gue di posisikan di pertamina daerah baypass, bersama team yaitu bang Tafe, bang Brian, dan bang Iqbal (dimana ketika gue menerima tawaran ini ada sedikit pro dan kontra dari team eb gue wkwkwk). Disini juga gue sedikit tersadar melihat keadaan sosial, banyak dari driver yang mengeluh akan hal ini, seperti ekonomi menurun, tapi mereka harus bekerja demi menafkahi anak dan istri, ada yang sudah kecapekan kewalahan banyak versinya sampai-sampai pada suatu ketika ada seorang driver yang sudah berusia 50 tahun datang ke lokasi gue untuk cek suhu, dan gue melihat hpnya yang sudah retak, tegang-tegang dan dia mulai menghela nafas, tampa gue sadari gue meneteskan air mata, sambil menyampaikan "santai aja pak, jangan terburu-buru, duduk aja dulu disini pak" gue melihat mata yang penuh dengan harapan untuk bisa mendapatkan rezeki agar bisa mencukupi kebutuhan hidup, akan tetapi Hp yang digunakan tidak mendukung lagi. Andai jiwa ini memiliki rezeki yang lebih saat itu pasti akan gue beri sebuah bantuan. yang mana setelah gue memerikasi suhu nya, bapak itu bertanya "apakah ada sembako nak?" seketika hati gue berdebar dengan kencang, serta air mata yang tak bisa tertahankan.
Pertengahan Mei gue mengumpulkan semua keinginan, dan mencari motivasi untuk bisa mengerjakan skripsi. Akhirnya juni skripsi gue kelar, memcoba untuk menghubungi dosen pembimbing untuk bimbingan, katanya di tengah pandemi bimbingan online, yang ada gue tetap offline, menuju ke kampus jati yang lumayan jauh dari kosan gue. Juni awal bimbingan pertama gue mendapatkan revisian yang begitu banyak, tapi gue langsung memperbaiki, akhirnya 3 hari kelar, bimbingan lagi revisi lagi, bimbingan lagi revisi lagi dalam satu bulan itu bisa di katakan gue ada 5/6 kali bimbingan, dan hasilnya awal Juli gue di ACC untuk menuju seminar komperehensif, tepat pada tanggal 15 July. What amazing day for me!
| Dosen Pembimbing dan Penguji |
| Teman Seper-mainan |
-----
Akhir juli menuju Agustus, yaa gue santai-santai sambil merevisi pembuatan CV, Portfolio, aplikasi Linkedin, Kalibr dan Jobstreet. kelar itu gue juga mencoba menikmati kehidupan sebagai pengangguran walaupun sebenarnya banyak beban yang harus di selesaikan seperti revisian skripsi, daftar wisuda, mencari kerja belum lagi masalah yang berkaitan dengan keluarga. Tapi itu semua gue keep dulu dalam pikiran, karena menurut gue itu ada waktunya, kini saatnya santai sejenak.
September, gue mulai kocar-kacir untuk pendafataran wisuda yang awalnya, ada kabar angin yang menyatakan bahwasanya ada atau tidaknya wisuda pada bulan Oktober, ternyata keluarlah surat edaran dari rektorat yang menyatakan wisuda pada tanggal 03 Oktober 2020. Dengan berat hati mengatakan gue salah satu tamatan dengan wisuda online, disini banyak banget rasa kekecewaan yang gue dapatkan, mulai dari wisuda yang online, harapan yang terlalu tinggi dan yang lainnyalah yang belum bisa gue ceritakan.
| mereka yang ada saat wisuda |
![]() |
| Pancake ala gue |
![]() |
| Working Order |










Tidak ada komentar :
Posting Komentar