Cerpen
Sikecil Anak Manja
Kali ini gue pengen mencoba untuk menulis sebuah cerita pendek yang gue karang sendiri, gimana ya, apakah gue bisa membuat sebuah karangan cerita?
Please, buat kamu yang membaca cerita ini nantiknya kasih kritikan dan saran yaa! biar gue tau dimana yang harus gue perbaiki dan di pelajarin lagi.
Thank you,
Di suatu hari, ada seorang anak kecil yang tidak tau kemana arah kaki yang akan di langkahkanya, karena ia hanya terbiasa dengan kebahagian yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Ia selalu di manja dan diberikan kebahagian. Kadang ketika kehendaknya tidak di penuhi, ia pasti akan merajuk dan marah kepada kedua orang tuanya.
Sampai pada suatu saat, ia merasa ingin berpisah dari orang tua nya untuk sesaat, disebabkan karena keinginannya yang tidak terpenuhi. Dan akhirnya ia mencoba untuk kabur dari rumahnya, serta meninggalkan sekertas surat yang berisi " Pa, Ma, jangan pernah cari aku lagi, karena mungkin aku bukan lagi menjadi anak kesayangan papa dan mama. Pa, Ma, selalu bahagia ya,, walaupun tanpa aku ada disisi papa dan mama" (surat ini ditinggalkan di atas meja, didalam kamar).
Malam hari pun tiba, dan mama memanggil ia untuk mengajak makan malam bersama, "naaak yuk makan, keluar dari kamar" sahut mama
Tetapi tidak ada respon, di panggil kembali, "naak yuk makan!" masih sama tidak ada respon
Akkhirnya mamanya pun menyusul ke dalam kamar, (kriiiiiiik, suara pintu di buka) dan tidak ada orang di dalam kamar tersebut, lalu mama mendekat ke arah meja yang di atasnya terletak sebuah kertas yang berisi surat, yang di tulis oleh si kecil.
Mamapun langsung keluar dari kamar dan menuju ke arah meja makan, memberitahukan kepada papa dan kakak-kakaknya. Seketika mereka berhenti makan dan lansung keluar mencari si kecil, mama yang sudah gelisah dan menangis, lalu papa yang langsung mencari di daerah sekitar rumah, berharap si kecil bisa di temukan atau pulang ke rumah dengan sendirinya. Si kakak yang cemas dan berusaha mencari dan menanyakan kepada teman-teman si kecil. Tapi, juga tidak di temui.
...
Sikecil masih berkeliaran di luar, di warnet yang tidak biasa ia singgahi, tak tau kenapa, sikecil berpikir "kenapa aku melakukan ini? kenapa aku mencoba lari dari rumah dan membuat keluarga aku cemas dengan keadaan aku? maka lantaskah aku melakukan ini kepada orang tua ku yang sudah sayang kepada ku?" dan karena sudah larut malam, si kecil mulai berfikir untuk kembali ke rumah, karena ia tidak tau akan pergi kemana, (saat ini keberadaanya sangat jauh dari rumah) dan ia juga tidak memiliki uang sedikitpun, karena uangnya sudah habis dibayarkan untuk bermain warnet.
Sikecilpun berjalan kaki, sambil mencari tebengan agar bisa pulang menuju rumah, dengan rasa takut akan kenak marah, tapi si kecil tetap merajuk kepada kedua orang tuanya. Sesampainya di sekitar rumah si kecil, si kecil tidak langsung menuju rumah, melainkan duduk bermenung di depan kedai miso yang tak jauh dari rumahnya, kedai tersebut langganan keluarga si kecil. Tak lama kemudian datanglah sosok seorang wanita yang mendekati si kecil sambil menangis dan memeluknya, lalu berkata "kemana abang pergi? mama sama papa udah cemas karena abang ngga ada di rumah, mama udah nangis dan pingsan dua kali, kenapa abang kaya gini?" sikecil pun hanya diam, tanpa merasakan apa-apa tetapi meneteskan air mata. sambil berjalan ke arah rumah.
Tak jauh berjalan dari kedai miso tersebut, datang sosok seorang laki-laki menghampiri si kecil dan kakaknya, tanpa basa basi langsung menampar pipinya si kecil di tengah jalan. Yaitu ia papanya sikecil. dan kakaknya langsung memeluk erat si kecil sambil menangis dan mengatakan " udah pa, jangan pukul dia lagi, biar aku yang membawa dia pulang!"
Tamparan itu ternyata memberikan bekas kepada sikecil, karena dari kecil hingga pada saat itu ia tidak pernah mendapatkan tamparan ataupun pukulan dari kedua orang tuanya, karena ia terbiasa di manja dan di sayang. Dari tamparan itulah si kecil akhinya sadar, ternyata orang tuanya benar-benar sayang ke dia, sebab kalau ia di manja lagi atas kesalahan yang ia lakukan, itu bukan didikan yang baik untuk dia. melainkan membuat dia semakin terbiasa dengan manjaan, tapi tamparan itu membuktikan ke dia, iya aku salah dengan apa yang aku lakukan untuk mengambil keputusan lari dari rumah.
Maafkan ya, cerita pendeknya masih kaya gini, hehe mencoba membuat semenarik mungkin, semoga next cerpen bisa menarik dan memberikan makna serta arti yang bagus.
Please comment dong buat kamu yang sudah membaca. Kasih masukan dan sarannya ya! biar gue bisa lebih improve lagi
Terimakasih,


Tidak ada komentar :
Posting Komentar