Welcome to my blog.
Ini blog gue, Andre Gusti Candra. Berisi tentang pengalaman gue selama hidup, tulisan-tulisannya tentang apapun.
Selamat membaca. Enjoy!

PHOENIX II

Tidak ada komentar

 6 (Enam) Bulan Awal Bersama



Nah, gimana? udah baca kan blog sebelumnya? 

Disini gue bakal lanjutin cerita dari blog yang sebelumnya, sesuai dengan janji gue.

Blog sebelumnya, bercerita tentang kepribadian mereka, yang selalu menjadi warna warni di dalam keseharian kita, awalnya gue ngga nyangka sih, bakal bisa setau itu kepribadian mereka satu  persatu. menurut gue 6 (Enam) bulan di awal kita belum sedekat itu, untuk mengetahui bagaimana karakter dan sifat mereka.

Sebenarnya gue juga bingung, mau mulai cerita dari mana, karena sebelum kita bersama, kita juga udah saling kenal, yaaa, tapi belum dekat banget, cuman sekedar kenal, ada beberapa yang emang sudah dekat, ada juga beberapa yang belum. Yang jelas di ingatan gue yaitu, moment pertama kali kita bersama ketika mengerjakan bookleting (persyaratan untuk menjadi seorang vice president yang berisi visi, misi, strategi, planing, target, job describtion dll lah) bersamaan, walaupun tidak keseluruhan dari kita yang bersebelas, tapi dominan dari kita. 

Diantaranya gue, kak Enok, Ojan, bang Tovan, kak Cici, Nada, dan kak Enjel kita mengerjakan booklet barengan, sehingga di hari H-1 sebelum kegiatan Convote (kegiatan mempresentasikan hasil bookleting  di depan semua member AIESEC UNAND beserta beberapa Alumni dan Senior untuk meyakinkan perencanaan kita kedepan menjalankan kegiatan di  AIESEC UNAND, setelah itu kegiatan voting penentuan) di mulai, kita mengerjakan hal-hal yang belum di selesaikan di rumahnya kak Cici, latihan Convote, bahkan saling koreksi satu sama lainnya, hingga larut malam. Tepat jam 00:00, gue, kak Enok, dan Ojan belum ngeprint boklet untuk di kumpulkan pada pagi hari, jam 07:00 sudah harus di kumpulkan. Akhirnya kita mencari tempat Foto copy terdekat yaitu di daerah Jati, tau jam berapa kita kelar ngeprint? jam 04:50 dini hari kita baru kelar ngeprint. Kebayangkan gimana ribetnya kita waktu itu, udah gue no lot 1 lagi untuk tampil. Dengan waktu yang terburu-buru itu gue dan ojan langsung menuju kosan yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi convote. Yaa Alhamdulillah akhirnya gue dan Ojan tidak telat lah, tapi kak Cici dan beberapa yang lainnya telat. Banyak banget drama di hari itu, hingga akhirnya beberapa dari kita yaitu kak Ci dan rekan-rekan yang lain telat beberapa menit (terjadilah drama nangis menangis disini), lalu mereka di diskualifikasi, tidak bisa mengikuti tahap selanjtunya. Sebagian dari kita merasa kecewa, begitu juga gue! yaa sampai-sampai gue ngga semangat lagi untuk mengikuti convote, dan hasil convote gue juga gagal pada saat itu. Hanya beberapa dari kita yang lolos ke tahap selanjutnya, yaitu kak Enok, kak Memed, tek Fildza, Ojan, Fuad, dan bang Tovan.    

Jujur, gue kecewa, sedih banget dan berniat untuk tidak akan mencoba atau mengikuti kegiatan AIESEC lagi. Tapi akhirnya, gue punya alasan tersendiri mengapa gue lanjut ke secondround, kalau gue ceritakan mungkin bakal panjang isi blog ini (hahaha) salah satunya yaitu, dukungan, bujukan serta support, dan motivasi dari Kak Cici, dan Kak Enjel yang ngechat gue seperti ini "dek, serius kau ngga lanjut? yakin ngga akan nyesal? ayok lah dek, kita berjuang bersama-sama lagi, gue juga di diskualifikasi di firstround, ayok kita bersama-sama di secondround" lalu Ojan, bang Tovan dan kak Enok yang membujuk gue dengan chatingan, bang Tovan : " ndreek ayo lah, sia lai yang ka jadi VP BD kalau ndak Andrek? bang kalau ndrek ndak maju di secondround bang mengundurkan diri dari VP OGT" kak Enok " dek, ayolah dek, aku yakin kau bisa dek, aku yakin sama kau! jangan menyerah ya apply second round" Ojan : " ayolah dree, cepat lah, kau yang cocok jadi VP BDnyo siapa lagi? aku tunggu kau di second round" (sebenarnya gue malas banget ngebaca chat mereka, cuman chatnya banyak banget) mereka salah satu alasan kenapa gue apply di second round, tapi ada alasan yang lain kok. Dan akhirnya di Secondround gue lolos sampai akhirnya gue menjadi Vice President of ERBD bersama dengan kak cici, Nada dan kak Enjel juga. 

Akan tetapi masih ada satu posisi lagi yang belum terisi, bahkan sudah di tahap thirdround pun, Mande belum menemukan siapa yang cocok untuk posisi itu, yang sesuai dengan kriteria yang di inginkan mande sesuai dengan planningnya, padahal ada dua kandidat pada saat itu. Akhirnya, mande mencoba berdiskusi dengan kita, menanya kan "menurut kalian siapa yang cocok untuk mengisi posisi ini?" yap! kita mengusulkan nama-nama yang menurut kita emang bagus kinerjanya, salah satunya kak Iwek (ada beberapa yang lain juga, tapi tidak gue mention disini), karena dia mempunya track record yang bagus di posisi yang belum terisi tersebut, akhirnya kita mencoba menawarkan ke nama-nama yang sudah kita rekomendasikan untuk apply salah satunya kak iwek, untuk apply di posisi tersebut, awalnya ia tidak mau dengan alasan " Aku mau off dari kegiatan AIESEC dulu, mau fokus kuliah, dan menjual bakwan, (hahaha)" itu alasan yang di lontarkannya. Namun pada akhirnya, kak iwek juga yang apply di tahap selanjutnya, dan menjadi seorang Vice president of IGV Project

(yang mencalonkan diri untuk menjadi vice president itu bukan hanya kita yang bersebelas, tapi juga ada kandidat yang lain, tapi tidak gue mention namanya) 

Full team!

-------------

Hari-hari dengan jadwal meeting,

Meeting pertama kita, yaitu kalau tidak salah di rumah kak memed, sekalian kita juga team bonding di sana, karena pada saat awal-awal kita fullteam, banyak banget melakukan kesalahan, bahkan sampai-sampai ada yang mengatakan kita sombong, tingkahnya tidak sesuai dengan seharusnya prilaku seorang Executive Board, inilah, itulah, banyak banget. Bahkan ada juga yang meragukan kita untuk menjalakan AIESEC ini untuk satu tahun kedepan. Baru mau mulai term aja udah banyak banget angin yang menggoyangkan pohon kita. Akhirnya kita bonding, dengan sistem yang sudah di siapkan oleh mande (ini salah satu drama yang di mainkannya, yaitu picing-picing mata), dari sanalah kita mulai untuk merasa percaya dan yakin satu sama lain, bahwasanya kita harus satu suara dan satu pemikiran membuktikan, kalau kita itu satu team, bukan team yang seperti di katakan oleh orang di luar sana. Satu hal yang tidak lupa, di meeting itu kita di traktir kak memed dengan pizza untuk cemilan malam kita (diawal aja kak memed udah melihatkan keroyalannya). 

Jadwal meeting kita itu weekly, setiap hari Rabu jam 4 sore, awalnya kita meeting di cafe-cafe, mau itu Alvanza ataupun Dua pintu yang berada di sekitaran Unand. Akan tetapi mengingat tidak semua dari kita yang sanggup untuk setiap minggu meeting di cafe, belum lagi meeting dengan manager dan yang lain. Maka dari itu, meeting kita yang mengalah dan mencari alternatif lain, yaitu meeting di rumah kak Cici setiap minggunya. Setiap meeting ada-ada aja hal kocak yang bakal di keluarkan oleh mereka, mulai dari perkelahian, canda, tawa, suara yang besar, sehingga semua orang melihat ke arah kita. Jambak-jambak rambut, menyanyi-menyanyi sendiri, ada yang pusing pokoknya semuanya ada. Tapi kalau sudah dalam waktu meeting membahas hal-hal kerjaan kita selalu fokus dan serius, karena kalau tidak mande akan mengeluarkan petuahnya dan merubah wajahnya. Walaupun kita seperti itu ada satu kalimat yang selalu di sampaikan mande ke kita yaitu "communication" yang menjadi main power mande dalam meeting. 

Bayangkan, dalam sebulan ada 4 (empat) minggu, berarti ada 4 (empat) kali pertemuan wajib kita untuk saling melihat wajah satu dengan yang lainnya, belum lagi ada meeting yang mendadak, meeting sinergy, kegiatan-kegiatan lainnya, sehingga hampir tiap hari kita saling melihat wajah satu dengan yang lainnya. Awalnya gue biasa aja, tapi lama kelamaan gue juga merasa bosan, itu itu aja orang yang gue temui tiap hari (hehehe canda). Tidak, walaupun hampir tiap hari kita ketemu tidak ada pernah keluar kata bosan di hati kita (kalau di mulut sering), karena ada-ada aja hal-hal gila yang bakal kita kerjakan, dan ucapkan. Jujur aja, gue suka banget vibes bersama mereka. 

Drama permeetingan, yaitu, pertama yang paling sering izin tidak bisa ikut meeting, Fildza dan Nada, padahal mande paling kesal banget kalau misalnya meeting tidak fullteam. Dan yang paling sering datang terlambat yaitu bang Tovan, gue dan Ojan. Team-team yang paling sering ontime ya kak Memed, kak Enok, kak Cici, kak Enjel, Iwek dan Mande. Satu lagi team yang paling sering terkejar pulang atau cepat pulang yaitu Nada dan tek Fildza. 

Sebelum meeting tak afdol dulu, kalau kita tidak ada pertengkaran, adu mulut atau apapun itu, pokonya ada-ada aja yang akan membuat kita untuk mengeluarkan suara emosi. 

-------

GTKY (Get to Know You) 

Momen sakral yang sudah di persiapkan oleh mande untuk kita bersama, ini moment dimana kita bisa mengetahui satu dengan yang lainnya. Saat ini kita emang sudah seharian bersama, gue lupa, ntah itu habis meeting atau  emang hangout bersamaan.

Yang penting, dihari itu adalah moment kita bersama. Tepat pukul 20:00 kita berkumpul di lantai 2 rumah kak cici, untuk melakukan moment sakral yaitu gtky yang di mulai dari pertanyaan : Nama, ttl, no hp, hal-hal yang ingin di capai, impian kerja, planing nikah, makes, mikes, warkes,  test kepribadian, hal yang disukai dari diri sendiri, hal yang tidak di sukai, kebiasaan, negara yang ingin di kunjungi, anak ke berapa, dan kalau di bilang mirip, kamu mirip dengan artis siapa?

Karena kita yang jumlahnya bersebelas orang, yaa, tidak terasa waktu pun berlalu, sehingga di awal kita masih semangat semua, di pertengahan sudah ada yang tertidur tapi pura-pura bangun, ada yang sudah mencari bantal untuk siap-siap tidur, dengan kesal mande pun marah kepada kita. Akhirnya ya kita bangun lagi, tapi cuman 5 menit bertahan, setelah itu kita mulai tertidur lagi karena sudah ngantuk banget. Dan dengan terpaksa menyelesaikan gtky itu pada pukul 04:00 dini hari. Ini penyikasaan yang sekian kalinya yang di berikan mande kepada kita. 

Tapi, itu moment yang ingin sebenarnya gue ulangi lagi, bersama-sama berkumpul, bercanda, tawa, bahkan ada perkelahian di antara kita (walaupun perkelahian itu hanya candaan). Tapi membekas banget woi moment-momentnya. can we repeat it again? 

---------

Local Conference (kegiatan memberikan edukasi kepada member AIESEC UNAND, kenapa kita melakukan kegiatan-kegiatan di organisasi ini) 

Local Conference pertama kita itu kita masih kurang banget, apapun itu, mungkin karena kita baru elect ya, jadi kita memang agak kaku, dan banyak banget yang belum diketahui, selain itu, conference pertama kita juga gabung dengan Executive board sebelumnya yang bernama Marapai. Kebiasaan yang dilakukan, kalau sudah datang waktu nya untuk conference, yaitu meeting hampir tiap malam, mempersiapkan bahan-bahan yang akan di presentasikan ke depan member semenarik mungkin, sebagus mungkin dan mereka juga mudah untuk  memahaminya, itulah tantangan terbesarnya. 

Malam pertama bagi gue, tapi ini malam h-1 persiapan untuk lcc 1, kita meeting di rumahnuya kak Anjun (salah satu Executive Boardnya  Marapi). Gue datang barengan dengan bang Tovan atau Ojan ya? gue lupa, dan kak Cici barengan dengan kak Enok, yang mana di perjalanan kak Cici dan kak Enok menuju ke lokasi meeting, mereka melewati suatu peristiwa langka, yang mana kak Enok jatuh dari motor kak Ci, pada saat itu yang mengendarai motor adalah kak Cici, tapi yang terjatuh kak Enok saja, lucunya yang duluan jatuh adalah kepalanya kak enok (ini sesuai dengan yang di ceritakan kak Cici dan kak Enok), ya, kita mendengar itu awalnya simpati, tapi akhirnya menjadi candaan. 

Akhirnya Lcc kita lalui dengan berbagai macam keasikan, penat, senang, dan bahagia pastinya, karena ini lcc pertama kita. dan akan menghadapi beberapa Lcc lagi untuk kedepannya. 


Di Lcc ini kita belum fullteam, kerena iwek belum mau Apply

------

AIESEC AWARD 2018

Ini adalah moment dimana memberikan penghargaan kepada member-member AIESEC UNAND yang sudah memberikan loyalitasnya kepada LC selama ia menjabat. dan disini juga momen kita serah terima dengan Executive Board sebelumnya dengan kita yang baru di lantik. Moment dimana kita ya harus siap menerima apapun yang terjadi untuk kedepannya. 

EB Marapi x EB Phoenix
kalau foto emang ngga ada yang beres 

-----------

National Election Conference

Kegiatan dimana kita bertemu dengan member-member AIESEC se Indonesia, yang di selenggarakan oleh AIESEC Indonesia, tapi di handle oleh AIESEC in UI pada waktu itu, yang tujuannya untuk mencari the next President of AIESEC Indonesia, waktu itu kegiatannya di Jakarta Utara, gue lupa apa nama hotelnya, yang gue ingat itu hotel serem amat, dan emang serem banget (wkwkwk). 

Sebelum keberangkatan NEC ini juga ada dramanya, karena mande ekspektasinya kita yang bersebelas ikut semua, tapi hanya delapan orang yang ikut, tiganya lagi ada alasan tertentu. Awalnya sempat selisih paham juga karena ini, akhirnya yaa berdamai lagi. Jujur aja, disini moment pertama kali gue naik peswat (gue deg-degan banget, waktu itu gue duduk di sebelah ojan, dan ojan yang selalu bilang, ndre nantik tarik nafas trus ada moment lepaskan, kampret kayak norak banget gue ngga pernah naik peswat, tapi thankyou Ojan!).  

Kita berangakat H-2 hari sebelum kegiatan, karena tujuan kita kepengen pergi main-main dulu, sebelum mulai kegiatan NEC, akhirnya kita menyewa satu kamar apartment, yang bernama Apartment Green Bay Pluit. Nah yang lucunya apartment itu hanya untuk 4/5 orang, tapi kita isi untuk berdelapan orang, yaitu gue, kak cici, mande, kak pute, kak enjel, kak enok, kak iwek dan ojan. Bagaimana cara kita masuk ke dalam kamar? ya bergantian. HAHAHA, 

Di apartment ini banyak banget moment lucunya, karena apartmentnya bersebelahan dengan mall, ya kita lumayan sering ke mall yang disana,  yang mana kak cici pergi ke mall hanya dengan celana bokser yang sudah lusuh, gue dan kek enok yang selalu pergi berfoto-foto, iwek mencari hal-hal unik yang menurut dia itu  lucu, dan mande yang selalu belanja membeli hoodie ataupun baju HnM. 

Selain itu, di pagi hari kedua kita di sana, gue pengen banget berenang, di kolam renang yang ada di dekat apartment, tapi tidak ada yang mau menemanin, akhirnya kak pute yang mau menemanin, tapi yaa, pada saat kita nyampe di bawah, hari hujan, akhirnya ke atas lagi, seketika hujan berhenti gue ke bawah lagi pengen berenang dan di temanin kak Iwek, dan akhirnya gue berenang Iwek hanya menikmati harinya sambil mendengarkan musik dengan earphon yang ala-ala korea gitu. Kelar gue mandi, kita pun masuk kembali ke apartment, cuman ada kendala, kenapa kartu apartment kita tidak bisa di gunakan ya? gue dan kak iwek pun heran, akhirnya kita lihat orang lain, kok bisa ya? kita pun numpang masuk menggunakan kartu orang tersebut, dan ke next pintu juga tidak bisa di gunakan, akhirnya kita menanyakan hal tersebut ke salah satu petugas apartment dan tau mengapa? kita salah masuk gedung apartment. Sumpah gue ngakak dan malu banget saat itu, tapi masa bodo aja. HAHAHA

mau main ke mall
kerjaan gue dan kak enok foto-foto, dek ini bagus foto dek 

Setelah itu semua, kita akhirnya  menuju ke hotel lokasi untuk nec, bertemu dengan member-member AIESEC lain yang awalnya gue ngga pernah ketemu dan ngga pernah kenal sama sekali, disini gue belajar harus bisa berani bertemu dengan orang lain, walaupun tidak gue kenal, walaupun ada rasa ragu dan cemas. Namun akhirnya kita pun sesekali memencar, tapi nantik ujung-ujungnya ngumpul lagi, di suruh mencar ya ujungnya ngumpul lagi (wkwkwk, kayak anak ayam). 

Di NEC ini juga gue di kasihkepercayaan untuk menjadi LO BoA of AIESEC Indonesia itu sendiri, dan gue bangga aja, padahal baru awal ikut national conference udah di percayai jadi LO. disini juga gue bertemu dengan orang-orang hebat lainnya, yang bernama Dynamic D'or. 

moment NEC 2018


Waah kayanya segini dulu deh, yang capter IInya soalnya masih banyak lagi cerita yang lainnya, 
tapi tidak memungkinkan gue tulis di satu blog ini aja, 
buat kamu yang sudah membaca 
Thankyou yaaaaa!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar